Global Warming atau Pemanasan Global Ternyata Hoax! Ini Penjelasan Teori Konspirasinya

Global Warming atau Pemanasan Global Ternyata Hoax! Ini Penjelasan Teori Konspirasinya

Sudah bukan rahasia lagi, sebagaimana manusia pada dasarnya memang suka dengan segala hal yang berbau ‘drama’. Jadi gak heran, jika ada seseorang yang membuat drama demi meraup keuntungan pribadi maupun kelompoknya, Salah satunya ialah teori konspirasi tentang Global Warming atau Pemanasan Global yang Ternyata Hoax.

Sampai yang bikin banyak orang percaya karena dianggap make sense atau masuk akal, semua ada! Nah, terlepas dari benar atau enggaknya, simak terus Global Warming atau Pemanasan Global yang Ternyata Hoax! Ini Penjelasan Teori Konspirasinya.

“Masalah tentang Pemanasan Global harus membutuhkan solusi global (seluruh Negara)”. Demikianlah hal yang disebutkan oleh para pencetus ide isu pemanasan global (Global Warming).

Pada konferensi di Bali pada Bulan Desember 2007 terlihat bahwa untuk mencapai keputusan dengan sangat sulit, Amerika Serikat dibawah pemerintahan Bush tak percaya tentang isu pemanasan global yang terjadi sehingga dianggap sebagai anak nakal karena dengan enggan menyetujui resolusi bersama itu. Dan Al Gore (Pencetus Ide Global Warming) mengecam pemerintahan Bush karenanya.

Siapa itu Al Gore si Pencetus Global Warming atau Pemanasan Global?

Al Gore atau nama panjangnya Albert Arnold Gore Jr merupakan lelaki kelahiran Washington, D.C., pada 31 Maret 1948. ia adalah seorang politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai wakil presiden ke-45 pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton, dari tahun 1993 sampai 2001. Pada tahun 2000 ia mengajukan diri dalam pemilihan presiden AS tetapi dikalahkan oleh George W. Bush. Selengkapnya tentang Al Gore Baca Disini (wilkipedia

Global Warming atau Pemanasan Global Ternyata Hoax! Ini Penjelasan Teori Konspirasinya

Ketika Al Gore membuat dan merilis film dokumenternya yang bernama “An Inconvenient Truth” yang telah mendapatkan penghargaan Oscar, dalam film tersebut seakan-akan kita mengetahui hanya ada satu hal kebenaran. Yaitu, manusia adalah oknum, pelaku atau kambing hitam atas lenyapnya gumpalan-gumpalan es di kutub, atas meningkatnya suhu bumi dan atas bencana-bencana alam yang terjadi. Akan tetapi sebagian ilmuwan sangat menentang pendapat Gore tersebut. Pertanyaannya, apakah anda percaya yang disampaikan Gore pada film dokumenternya tersebut?

Para ilmuwan dari kubu yang bersebrangan dengan Al Gore menyatakan Pemanasan global adalah sebuah hoax. Suhu bumi sesungguhnya hanya berubah sekitar 1 derajat Fahrenheit dalam waktu satu abad. Plus, planet bumi yang kita tempati ini telah mengalami periode zaman es dan periode hangat tanpa ada campur tangan manusia.

Steven Milloy merupakan Ilmuwan yang beranggapan seperti itu, Steven Milloy memiliki gelar dalam bidang Natural Science dan gelar master dalam Biostatistik dari Universitas John Hopkins. Steven merupakan salah satu juri bagi American Association for The Advancement of Science Awards dan ia pernah diminta oleh kongres Amerika untuk bersaksi mengenai perihal tentang masalah-masalah lingkungan.

Steven Milloy mengatakan bahwa Global Warming adalah “Ibu dari segala ilmu pengetahuan sampah”. Ia mengambil referensi dari perubahan-perubahan suhu bumi yang terjadi secara alamiah arinya tanpa campur tangan manusia. Ia juga merujuk kepada protokol Kyoto yang dianggapnya sebagai suatu lelucon aneh.

Protokol ini mereka buat dengan dalih untuk mengurangi emisi gas karbon dunia menjadi 8% pada tahun 2012. 8% adalah level emisi pada tahun 1990. Dan Amerika (dibawah pimpinan Bush) menjadi anak nakal saat itu yang menolak protokol ini, kali ini ia juga mendapat dukungan dari berbagai negara Eropa.

Dengan menggunakan data yang disediakan oleh mereka yang mempromosikan Protokol Kyoto, dalam protocol tersebut dinyatakan jika setiap negara meratifikasi protokol tersebut, temperatur global rata-rata hanya akan berkurang sekitar 0,0015 derajat centigrades. Pada level ini, dibutuhkan 667 tahun dan $100 Trilyun untuk menurunkan suhu bumi sebanyak 1 derajat centrigades.

Tidak heran banyak orang yang mengatakan bahwa isu global warming adalah salah satu upaya agar dapat menghasilkan keuntungan bagi pihak-pihak atau kelompok – kelompok terkait. Tentu saja bagi mereka, kelompk – kelompok terkait tersebut adalah Al Gore dan Friends, dan Al Gore dituding sebagai orang yang memaksakan terjadinya konspirasi kelas dunia ini.

Jika kita flashback ke tahun 2006, Al Gore terbang menggunakan pesawat jet pribadi, ia berangkat dari rumah megahnya di Tennesse ke Hollywood dan kemudian berkeliling dengan limosin dimana dia menerima Oscar untuk film “An Inconvenient Truth” yang didalam film tersebut memperingati bahaya pemanasan global dan bahaya pemakaian bahan bakar fosil berlebihan.

Jika orang awam yang menyaksikan film karya Al Gore ini mayoritas akan mempercayai semua isi dalam film tersebut. Namun para ilmuwan yang jeli dan teliti menemukan banyak sekali kebohongan dari film documenter itu. Al Gore secara sederhana menyatakan bahwa manusialah penyebab pemanasan global. Padahal banyak para ilmuwan yang memiliki reputasi tinggi di dunia menolak teori Al Gore tersebut.

Ternyata setelah penelusuran dilakukan maka diketahui bahwa para ilmuwan yang setuju atau sependapat dengan Gore ialah ilmuwan – ilmuwan yang menerima donasi besar dari pemerintahan Clinton (ketika Gore menjadi wakil presiden). Entah itu mereka setuju dengan Gore karena didanai Gore pada penelitiannya atau Gore hanya mendanai ilmuwan yang sependapat dengannya, masih belum pasti.

Baca juga : Teori Konspirasi Tenggelamnya Kapal Titanic di Samudra Atlantic

Contoh lain dari kebohongan film dokumenter Gore ialah klaim bahwa Global Warming akan menaikkan permukaan laut setinggi 20 kaki (6,09 meter), padahal aktualnya ialah hanya 23 Inci (58,42 cm). Dalam filmnya juga mengatakan bahwa beruang kutub sedang berada dalam bahaya. Padahal setelah diteliti oleh para ilmuwan tidak demikian adanya.

Dalam Film documenter tersebut juga menunjukkan foto-foto glasier yang berkurang, namun ia tidak menyebut glasier-glasier lain yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Gore juga menyebutkan bahwa Glasier Kilimanjaro yang terus berkurang akibat Global warming. Tapi ia tidak mengatakan bahwa Glasier Kilimanjaro telah berkurang sejak tahun 1880, jauh sebelum kadar CO2 meningkat di planet bumi.

Bahkan tamparan yang paling memalukan bagi Gore datang dari sebuah media bernama ABC News yang telah menemukan salah satu cuplikan dalam film tersebut adalah potongan film dari “The Day after Tomorrow”. Bukan hanya itu, para ilmuwan kemudian menemukan bahwa perubahan suhu bumi ternyata disebabkan oleh peningkatan aktifitas badai matahari bukan dari campur tangan manusia.

Gore, yang telah menjadi otak dalam gerakan global warming sendiri memiliki rumah yang mewah seluas 10.000 kaki persegi di Nashville yang memiliki 20 kamar tidur dan 8 kamar mandi. Sementara ia menyarankan orang lain untuk menghemat energi, Sungguh memalukan bukan? Al Gore menghabiskan 221.000 kilowatt/jam pada tahun 2006 untuk rumah mewahnya tersebut. Padahal Rata-rata penggunaan satu rumah tangga di Amerika Serikat pada tahun itu adalah 10.656 kilowatt/jam.

Baca juga : 15 Teori Konspirasi Terbesar dan Terpopuler di Dunia Sepanjang Sejarah

Gore membeli kredit karbon dari Generation Investment Management LLP, sebuah perusahaan yang didirikannya sendiri pada tahun 2004. Dengan kata lain, Gore bisa tetap menjalani hidup mewahnya, menjadi pujaan masyarakat yang percaya padanya, sekaligus menerima Nobel. Penjualan kredit karbonpun meningkat di dunia dari $6 juta di tahun 2004 menjadi $110 juta pada akhir tahun 2006.

Pada tahun 2007 Al Gore tak mau melepaskan kesempatan untuk memperkaya dirinya, ia mengumumkan akan ada pajak karbon dalam skala Global (artinya pada seluruh Negara) yang bertujuan memerangi pemanasan global.

img source http://www.nowtheendbegins.com/

Bagi pemerintah duniayang sepakat dengan Gore, ini berarti pemasukan tambahan. Bukankah menyenangkan apabila pemerintahan mendapat pemasukan tambahan ? Namun bagi masyarakat awam maka akan ada pajak tambahan bagi bahan bakar yang dibeli sehari-hari.

Para ilmuwan terbelah dua bagian dalam kasus Global Warming atau pemanasan global ini, dan mengajak kita untuk melihat sisi lain dari suatu persoalan. Menurut mereka, isu Global Warming memang sengaja dibuat untuk mengontrol dan mendapat keuntungan dari masyarakat global. Salah satunya dengan menetapkan pajak yang cukup tinggi pada sumber daya alam yang nggak bisa diperbarui seperti batu bara, karbon dan minyak bumi.

Demikian lah artikel yang berjudul “Global Warming atau Pemanasan Global Ternyata Hoax! Ini Penjelasan Teori Konspirasinya” Jika anda menyukai ilmu teori konspirasi maka ada banyak sekali teori – teori konspirasi yang lainnya pada website kami. Terima kasih telah berkunjung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here