Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI

Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI
Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI

Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI – Partai Komunis Indonesia atau yang sering dikenal sebagai PKI adalah partai komunis yang terbesar di seluruh dunia pada saat itu, Tiongkok, Uni Soviet dan termasuk Indonesia. Sampai pada awal tahun 1965, terhitung seluruh anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. Secara keseluruhan Komunisme mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung di seluruh dunia pada saat itu.

Sampai saat ini banyak masyarakat yang salah kaprah menyamakan komunisme sejajar dengan agama. Padahal, komunisme merupakan suatu sistem komunitas yang memiliki pemahaman dalam merujuk pada tatanan stabilitas ekonomi.

Pada Tahun 1848, Seorang jurnalis, ilmuwan (yang juga ahli sosiologi dan filosofi) bernama Karl Marx menulis bukunya yang berjudul “The Communist Manifesto”. Buku ini selama ini yang menjadi hantu di kalangan banyak masyarakat, sebab ia menjadi sebuah landasan bagi mereka yang memiliki paham komunisme.

Pada dasar pemahaman komunisme menyebutkan bahwa, Di dunia ini ada dua jenis golongan manusia. Yaitu kaum proletar dan kapitalis (atau borjuis pada masa tersebut).

Apa itu kaum proletar dan Kaum Kapitalis ?

Kaum proletar merupakan orang-orang atau masyarakat yang harus bekerja untuk dapat bertahan hidup. Sementara itu, kaum kapitalis kerjanya hanya menikmati hasil kekayaan yang dikerjakan oleh kaum proletar. Istilah dalam bahasa sehari-harinya seperti; kaum pekerja dan tuan tanah.

Akan ada pada kedua pihak tersebut akan bersinggungan sehingga menciptakan suatu perubahan. Dalam bahasa paham komunis, perubahan tersebut disebut dikenal dengan “revolusi”.

Dalam perjalanannya kemudian, komunisme yang berkembang tidak hanya bersumber dari Karl Marx (yang kemudian disebut Marxisme) namun juga dari Lenin, Stalin dan Mau Ze Dong.

Vladimir Lenin, merupakan pendiri Negara Uni Soviet (yang saat ini pecah dan berubah nama menjadi Rusia). Tahun 1917, melalui peristiwa “February Revolution”, Lenin mampu mengkudeta kekuasaan kepemimpinan sebelumnya (Tsar Rusia). Sebagai seorang yang menganut Marxism, ia percaya bahwa kapitalisme harus didepak dan diubah menjadi sosialis. Sehingga sampai detik ini Uni Soviet (Rusia) masih menggunakan paham sosialis-komunisme dalam tatanan negaranya.

Mao Zedong atau Mao-tse Tsung adalah pemimpin Republik Rakyat Cina (RRC atau yang dikenal saat ini dengan nama Tiongkok). Mao Zedong memimpin dari tahun 1949 – 1976. Di era kekuasaannya, Mao Zedong memimpin reformasi negerinya sendiri dengan paham komunismenya sampai sekarang, ia mengubah tatanan perekonomian Tiongkok dari negara agraris menjadi industri.

Mao Zedong melakukan perubahan menyeluruh hingga ke budaya dan agama. Selama era kepemimpinannya, diyakini, lebih dari 70 juta orang menjadi korban atas keinginannya untuk dapat memurnikan revolusi. Diantaranya dengan menghancurkan berbagai situs sejarah, kemudian menghapuskan dan melarang agama dan ritual.

Jika Anda memiliki keingintauan membaca yang tinggi, maka ada banyak perihal komunisme ini yang bisa anda cari di internet yang dengan lengkap menjelaskan mengenai apa itu komunisme.

Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI

Komunisme adalah sebuah paham tentang sistem ekonomi yang menghapuskan kelas-kelas manusia secara ekonomi. Sistem perekonomian diserahkan pada rakyat dan dikelola bersama dan dinikmati bersama secara merata.

Kesalahpahaman banyak masyarakat Indonesia yakni menghubungkan komunisme dan ateisme. Padahal ini jelas dua hal yang berbeda.

Ateisme merupakan paham atau pandangan yang menolak prinsip ketuhanan, mereka yang memiliki paham ateis tidak mempercayai adanya Tuhan sehingga tidak memiliki agama. Sementara komunisme yang dibahas merupakan persoalan paham sosial ekonomi.

Mungkin penyebab yang mejadi pemicu banyak masyarakat yang terkecoh oleh ini ialah kenyataan bahwa Karl Marx, sang Bapak komunis adalah seorang atheis dan ia pernah menyebutkan bahwa “agama adalah candu”.

Jadi, Sudah jelas sekarang bahwa Komunisme dan ateisme itu BERBEDA.

Apakah mungkin seorang komunis beragama?

Sangat mungkin.

Malah ada istilah “religious communism”

Akan tetapi, Sejarah mencatat rata-rata atau bisa disebut mayoritas penganut paham komunisme ini biasanya tidak beragama (ateis), dikarenakan sistem yang mereka yakini bertabrakan dengan ajaran agama manapun.

Seorang penulis bernama Walentina Waluyanti de Jonge, menyebutkan dibukunya bahwa ‘’seorang atheis belum tentu komunis. Namun seorang komunis hampir bisa dipastikan ia seorang atheis.’’

Kronologi Sejarah Terjadinya Gerakan 30 September PKI (G30S PKI)

Jika sesorang menanyakan film buatan Indonesia apa yang paling banyak di tonton ?

Maka saya akan menjawab, film garapan Sutradara Arifin C. Noer yakni, “Penumpasan G30S/PKI” adalah juaranya.

Di masa orde baru dibawah kepemimpinan Soeharto, Film ini diputar setiap tanggal 30 September setiap tahunnya, film ini sukses menjadi mimpi buruk bagi anak-anak generasi 60-80 an.

Pasca kepemimpinan Soeharto digulingkan pada reformasi tahun 1998, anak-anak, pemuda-pemudi Indonesia bisa bernapas dengan lega, sebab film fenomenal ini tak boleh lagi tayang sebab banyak pihak memertanyakan keaslian fakta-fakta yang tertuang dalam film tersebut. Sampai detik ini, fakta tersebut sebetulnya tidak juga tau yang sebenarnya.

Topik tentang komunisme dari dulu selalu menjadi daya tarik tersendiri, sebab revolusi tahun 1965 barangkali adalah peristiwa terbesar kedua setelah peristiwa proklamasi kemerdekaan kita pada tahun 1945.

orang-orang tua terdahulu, sering bercerita mengenai kekejaman PKI yang kabarnya membenci kaum beragama. Setelah masa revolusi 1965 pasca terjadinya G30S/PKI, masyarakat yang tidak tahu menahu, tiba-tiba dituduh antek-antek PKI dan ditangkap tentara.

Selebihnya, saya yakin Anda sudah tahu. Kita semua sudah dicekoki sejarah yang sama selama bertahun-tahun.

Sejarah G30S PKI di Indonesia

Negara Indonesia mungkin merupakan salah satu negara yang terkena imbas paham sayap kiri atau paham komunis yang berkembang pesat pada tahun 1960-an.

Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan pada tahun 1914 dan tercatat sebagai partai ketiga terbesar di tahun 1965. Dengan jumlah pengikutnya diperkirakan sekitar tiga juta orang di Indonesia pada saat itu, Indonesia menjadi negara yang menerima paham komunisme terbesar setelah Rusia dan Cina.

Presiden Indonesia Ir Soekarno, adalah alasan mengapa komunisme diterima di Indonesia. Ajaran Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis) adalah ide Soekarno yang menginginkan ketiga paham ini hidup damai harmoni dalam 1 negara. Mungkin Anda dapat mempelajari apa itu Nasakom dengan membeli bukunya yang dijual bebas dipasaran.

Soekarno menginginkan kabinet Menteri diisi dengan jumlah orang-orang seimbang dari ketiga kelompok tersebut (Nasionalis, religius, komunis).

Di luar pemerintahan, Antek – antek PKI sudah menyelusup ke berbagai lapisan masyarakat saat itu. Dengan visi dan misinya “sama rata sama rasa”, PKI berhasil meraih simpati masyarakat yang merasa hidup tertindas oleh sistem kapitalis. PKI menggeliat dan merangkul banyak simpatisan, sadar atau tidak sadar pengikut PKI semakin membludak saat itu.
Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI

Para petinggi militer sendiri, merasa tidak nyaman, gerah dengan kondisi tersebut. Para sebagian Jendral Angkatan Darat dikabarkan tidak berkenan dengan susunan kabinet yang “penuh dengan orang-orang sayap kiri alias komunis”.

Tak lama berselang, tercium kabar bahwa para petinggi militer angkatan darat telah membentuk sebuah kelompok yang disebut dengan “Dewan Jendral”.

Pihak petinggi PKI mempercayai bahwa kelompok ini dibuat untuk melakukan makar dalam melakukan perubahan susunan kabinet dan (kemudian) menggulingkan atau mengkudeta kepemimpinan Soekarno. Isu tersebut beredar di kalangan petinggi PKI, entah isu tersebut benar atau tidak.

Tidak mau ketinggalan duluan, PKI kemudian melakukan tindakan penculikan terhadap ketujuh petinggi militer yang dicurigai pada subuh hari tepatnya tanggal 30 September 1965 atau menjelang 1 Oktober 1965.

Keenam jenderal dan satu ajudan (Lt. Pierre Tendean) berhasil mereka eksekusi dan buang ke Lubang Buaya. Sedangkan Jendral Nasution berhasil kabur ke rumah tetangganya, kediaman Dubes Irak. Meski begitu, Nasution harus rela kehilangan anak bungsunya, Ade Irma yang tertembak senjata pasukan Tjakrabirawa yang datang ke rumahnya.

Keberadaan pasukan Tjakrabirawa ini merupakan plothole yang ada dalam skenario coup-d’état ini. Sebab Tjakrabirawa adalah pasukan khusus pengawal Presiden (hari ini kita mengenalnya sebagai Paspampres).

Pihak yang punya akses tehadap pasukan Tjakrabirawa tentulah Presiden (atau orang yang dekat). Sehingga ada kalangan yang menduga bahwa Soekarno sendiri lah yang memerintahkan pasukan Tjakrabirawa untuk “membawa” para jendral untuk diajak “bicara” mengenai situasi negara yang sedang dianggap penting.

Kalangan lain berspekulasi, bahwa Soekarno hanya ingin bertemu dengan para Jendral (dalam film diperlihatkan bagaimana pasukan tentara mengatakan pada Jendral Ahmad Yani bahwa ia ditunggu oleh Bapak Presiden). Namun pemanggilan para jendral ini kemudian disusupi kepentingan PKI yang menyabotase pasukan Tjakrabirawa hingga melaksanakan apa yang sudah mereka rencanakan.

Baca juga : 7 Fakta Tentang John F. Kennedy yang Jarang Diketahui Publik

Baca juga : 5 Teori Konspirasi Pembunuhan Presiden Amerika John F Kennedy

Plothole lainnya adalah sosok Soeharto, yang disebut anak emas Soekarno. Soeharto adalah perwira Pangkostrad dengan jabatan Mayor Jendral. Soeharto diyakini memiliki persamaan sikap dengan Yani dan Nasution, yaitu berseberangan dengan PKI. Mengapa Soeharto tidak ikut diculik? Itu menjadi salah satu pertanyaan banyak orang. Sumber tertentu menyebut Soeharto sempat melakukan pertemuan dengan Kolonel Untung yang adalah komandan Tjakrabirawa. Pertemuan apa dan bahasan apa masih menjadi misteri.

Soeharto sendiri sempat menuturkan bahwa pada malam 30 September, ia mendampingi Bu Tien di RS karena Tommy Soeharto mengalami kecelakaan berupa tersiram kuah panas sup kaldu ayam yang dimasak Bu Tien.

Apapun itu, peristiwa berdarah penculikan tujuh jenderal terjadi. Enam jenderal berhasil diciduk dan dibunuh, berikut ajudan Nasution bernama Pierre Tendean.

Kurang dari 24 jam kemudian, aksi PKI yang dipercaya sebagai upaya kudeta ini berhasil digagalkan oleh militer. Tercatat Soeharto sebagai panglima pangkostrad dibantu Sarwo Edhi Wibowo (ayah Ibu Ani Yudhoyono) berhasil memimpin militer untuk menumpas PKI. Aidit, Nyoto, Syam dan Kolonel Untung berhasil dieksekusi.

Bola tidak berhenti bergulir. Setelah situasi ibukota dinilai aman, militer mulai bergerak untuk menghabisi PKI hingga ke akar-akarnya. Semua orang yang “dinilai” terlibat langsung maupun tidak langsung dihabisi saat itu juga.

Sejarah mencatat sekitar satu juta rakyat Indonesia mengalami genosida, pembersihan masal disebabkan mereka dicurigai sebagai bagian dari PKI atau simpatisan. Sungai-sungai di Jawa, Sumatera dan Bali disebut-sebut berubah warna menjadi merah karena banyak korban penembakan yang dibuang ke sana.

Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI
Pembantaian (genosida) setelah revolusi 1965

Tak cukup sampai situ, semua keturunan PKI dan simpatisannya kemudian diberikan kutukan seumr hidup. Gelar “eks tapol” mereka dapatkan bahkan sejak lahir. Kesulitan mendapat pekerjaan dan dipandang rendah oleh masyarakat adalah harga mahal yang harus mereka terima, hanya karena leluhur mereka dianggap bersimpati dan atau terlibat dengan PKI.

Pasca terjadinya peristiwa September 1965 sendiri, Jendral Angkatan Darat Soeharto berhasil mengkukuhkan namanya menjadi Presiden melalui Supersemar. Polemik Supersemar ini sempat kontroversi dikarenakan ada kelompok yang menganggap Soeharto melakukan “modifikasi” terhadap surat Supersemar yang asli.

Baca juga : 7 Teori Konspirasi Dalang Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G 30S PKI)

Wallahu’alam. Kita tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, karena bisa saja sejarah yang diajarkan selama ini sudah dimodifikasi oleh seseorang yang memiliki kekuasaan saat itu. Demikianlah artikel yang membahas Sejarah Partai Komunis di Indonesia dan Kronologi Terjadinya Gerakan 30S PKI. Semoga dapat menambah wawasan anda, terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here